Review Seminar Senam Pernapasan


(bersama bapak Naan, S.Psi.I., M.Ag) 

Pada tanggal 17 Desember 2018, kami para mahasiswa kelas 3E Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan dosen pengampu bapak Naan, S.Psi.I., M.Ag melakukan refleksi hasil seminar senam pernapasan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2018, bertemakan “MERAIH KESEHATAN DENGAN SENAM PERNAFASAN”. Dalam ruangan Y14 ini, dosen kami mengulang sekilas kembali apa yang telah dipelajari dalam seminar sebelumnya.
            Beliau mengingatkan kembali pada kami berkaitan dengan tiga macam pernapasan, yaitu : pernapasan perut, pernapasan dada, dan pernapasan diafragma. Setiap macam pernapasan tersebut memiliki kegunaannya masing-masing. Pertama, pernapasan perut berguna untuk membangkitkan energi dalam tubuh. Lalu kedua, pernapasan dada berguna untuk menyalurkan energi baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dan ketiga, pernapasan diafragma berguna untuk menyimpan atau mengumpulkan energi.
            Di awal, bapak Na’an mengintruksikan kami agar duduk di lantai. Ketika itu kegiatan dimulai dengan olah nafas perut, caranya : menarik nafas, alirkan nafas ke dalam perut dengan hanya melewati dada dan tidak ditahan, lalu keluarkan. Hal itu dilakukan dengan memejamkan mata dan posisi tangan berada di atas lutut kami yang sedang posisi sila. Terus kami lakukan refleksi tersebut beberapa kali. Selain itu, dosen pun sambil memandu jalannya refleksi olah nafas dengan cerita yang menenangkan kami juga memandu supaya para mahasiswanya mengalirkan nafas dan rasakan aliran nafas tersebut berjalan dari bagian bawah, yaitu dimulai dari telapak kaki, mata kaki, betis, dan sampai ke bagian kepala.
            Setelah refleksi tersebut, pak Na’an bertanya, “Apa yang kalian rasakan?” ada beberapa yang merasakan pengaruh olah nafas tersebut, namun saya belum merasakan apapun apa itu pengaruhnya tetapi saya malah merasakan kantuk.
            Lalu dilanjutkan dengan olah nafas perut, dengan cara : menarik nafas, alirkan ke dalam perut, tahan nafas dalam perut sehingga perut agak membuncit beberapa detik, lalu keluarkan melalui hidung. Dan terus direfleksikan 3 kali setelah dicontohkan. Lagi lagi, saya masih belum merasakan apa-apa. Sesudahnya, lanjut kepada olah nafas dada yang di mana tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, hanya berbeda pada pengaliran nafas menuju dada dan keluarkan dengan mulut. Begitupun nafas diafragma, perbedaannya dengan mengalirkan nafas menuju antara dada dan bagian perut. Sedangkan saya, masih saja belum merasakan efeknya.
            Pada intinya, di hari ini kami lebih banyak merefleksikan pernafasan dada. Karena berupaya untuk bagaimana caranya mentransfer atau menyalurkan energi. Olah nafas dada ini pun, diawali dengan cara pernafasan dada seperti yang disebutkan di atas disertai posisi lengan ke depan agak menekuk sedikit dengan memberdirikan bagian tangan. Di sini, mulai saya rasakan pengaruhnya. Yaitu, terasa seperti ada udara keluar dari bagian tangan. Lalu yang kedua, melatih untuk transfer energi ke bagian punggung teman di depannya. Masih dengan cara yang sama, ternyata teman saya merasakan sesuatu bahkan katanya seperti kesemutan pada bagian punggung. Lalu yang ketiga, dengan cara saling berhadapan posisi bagian tangan pun saling berhadapan. Namun langkah awal tidak menempelkan bagian tangan dengan tangan teman di depannya, dan langkah selanjutnya menempelkan bagian tangan dengan tangan teman di hadapannya. Ternyata saya lebih rasakan panas dan keluar udara pada bagian depan tangan saya saat tidak menempelkannya dibanding dengan menempelkannya. Padahal seharusnya lebih terasa saat menempelkannya.
            Berakhirlah refleksi senam pernapasan dengan sharing, pak Na’an menyampaikan bahwa pada dasarnya senam pernapasan ini akan lebih terasa jika kita sering melakukannya dan alangkah lebih baiknya ini dilakukan dengan di awali makan 2 jam sebelumnya. Namun demikian, saya pun masih bertanya-tanya, “Apakah sumber utama dari energi itu?” bapak dosen menyebutkan bahwa hakikatnya sumbernya berasal dari Allah SWT, akan tetapi secara umum para ilmuan mengatakan bahwa sumber utama energi itu terletak pada ulu hati atau diafragma.
Ditulis oleh : Reza Firmansyah mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati

Comments

Popular Posts